Floodbloom

Floodbloom

Jalan kota Aokura tenggelam sampai lantai tiga pada malam hujan. Bunga raksasa bercahaya merah muda tumbuh dari air hitam di antara gedung.

AF 0,6 mTerkunci 0 dari 3

Klip 0203:12

Tarik Fokus

Focus mengunci lensa kamera Rui. Waktu melambat, dan pola serangan terbaca dari getar kelopak. Di rumpun ini ada tiga hal yang menunggu.

Putar cincin fokus: seret, atau tekan panah kiri dan kanan.

Klip 0307:40

“Kotanya tidak hilang. Cuma pindah ke lantai tiga.”

Warga Kasa Rooftops, di depan kamera Rui

Lima dari sembilan distrik. Semuanya terbuka sejak awal, disambung perahu, rel layang, dan jembatan papan.

Rel layang di atas air banjir. Gerbong kereta yang berhenti jadi rumah berjendela terang, bunga bercahaya tumbuh di antara tiang.

Rel layang, barat laut

Gerbong yang berhenti di rel layang sekarang jadi rumah. Tangga tali jadi pintu depan, perahu diikat ke tiang.

Atap-atap rendah di atas air diikat jembatan papan, pasar malam bertenda dan lampion tanpa tulisan.

Lorong pertokoan beratap kaca pecah yang tenggelam sampai lantai dua, kelopak bercahaya mengapung di air.

Stadion yang terisi air banjir, ratusan bunga raksasa mekar di atas lapangan.

Menara kaca berdiri di air dalam, batang bunga memanjat dinding dan mekar di lantai atas.

Klip 0412:05

Wajah di depan kamera

Dua puluh orang bisa kamu temui di Aokura. Empat ikut di perahumu sekaligus.

“Kalau bunga itu memanggil namamu, jangan menoleh dulu. Rekam.”

Rui Kanadekurir perahu, pemegang kamera

Rel layang beton melintas di atas air. Satu gerbong jadi rumah berjendela terang, warga duduk di tepi rel membawa lentera.

Klip 0519:33

“Kalau kamu dengar ini, jaringannya masih hidup.”

Haru Ishida, siaran atap jam sembilan

Kabar warga

Warga berselimut duduk di pagar atap, menonton ratusan bunga mekar di stadion The Bowl.

Mekar serentak di The Bowl

“Lihat, semuanya buka bareng. Dari sini kedengaran kayak orang ngobrol pelan. Jangan dijawab, siapa pun yang manggil.”

Trailer

Buka di YouTube